Minggu, 14 Juli 2013

CARA MELAKSANAKAN LATIHAN ROM Range Of Motion



LATIHAN  R O M

Tujuan :
  1. Mempertahankan / memelihara kekuatan otot
  2. Memelihara mobilitas persendian
  3. Menstimulasi sirkulasi

Petunjuk :
  1. Ada dua jenis latihan Range of Motion
-          Latihan pasif
-          Latihan aktif
  1. Latihan pasif biasanya dilakukan pada :
-          Pasien semikoma dan tidak sadar
-          Pasien lansia dengan mobilitas terbatas
-          Pasien bedrest
-          Pasien dengan paralysis ekstremitas tepat
  1. Latihan Aktif biasanya dilakukan pada :
-          Klien dengan paralysis ekstremitas sebagian
-          Klien bedrest / tirah baring (tanpa kontraindikasi)
  1. Definisi istilah – istilah Range of Motion
-          Fleksi : menekuk persendian
-          Ekstensi : meluruskan persendian
-          Abduksi : gerakan suatu anggota tubuh ke arah aksis tubuh
-          Adduksi : gerakan suatu anggota tubuh menjauhi aksis tubuh
-          Rotasi : memutar atau menggerakkan suatu bagian melingkar
-          Pronasi : memutar ke bawah
-          Supinasi : memutar ke atas
-          Infersi : menggerakkan ke dalam
-          Efersi : menggerakkan ke luar
  1. Range of motion harus dilakukan sekitar 7-10 kali dan dikerjakan sekurang-kurangnya dua kali sehari. Lakukan pelan-pelan dan hati-hati dan tidak melelahkan klien.
  2. Dalam merencanakan suatu program latihan, perhatikan umur klien, diagnosa, tanda-tanda vital dan lama bedrest (tirah baring).
  3. Latihan seringkali diprogramkan dokter dan dikerjakan oleh para terapis fisik.
  4. Bagian tubuh yang akan dilakukan latihan range of motion adalah: leher, jari, lengan, siku, bahu, tumit, kaki, pergelangan kaki.
  5. Latihan terapeutik dilakukan, dapat dikerjakan pada semua persendian tubuh atau hanya pada bagian-bagian yang dicurigai mengalami proses penyakit.
  6. Waktu melakukan latihan yang tepat misalnya setelah memandikan atau perawatan.

Pelaksanaan
  1. Kaji klien dan rencanakan program latihan yang sesuai untuk klien
  2. Memberitahu klien tentang tindakan yang akan dilakukan, area yang akan digerakkan dan peran klien dalam latihan
  3. Jaga privacy klien
  4. Jaga/atur pakaian yang menyebabkan hambatan pergerakan
  5. Angkat selimut sebagaimana diperlukan
  6. Anjurkan klien berbaring dalam posisi yang nyaman
  7. Lakukan latihan sebagaimana dengan cara berikut
  8. Kaji pengaruh/efek latihan pada klien
  9. Atur klien pada posisi yang nyaman
  10. Benahi selimut dan linen

Fleksi dan ekstensi pergelangan tangan
  1. Atur posisi lengan klien menjauhi sisi tubuh dengan siku menekuk dengan lengan
  2. Pegang tangan klien dengan satu tangan dan tangan lainnya memegang pergelangan tangan klien
  3. Tekuk tangan klien ke depan sejauh mungkin

LATIHAN  R O M  PASIF
       Latihan pasif seringkali dilakukan oleh perawat epada klien yang menderita paralysis atau lemah otot pada salah satu bagian tubuh. Pemilihan latihan yang spesifik tergantung batas kemampuan klien.
       Petunjuk dalam melakukan latihan pasif terdiri dari :
-          Pastikan bahwa klien mengerti alasan dilakukannya latihan ROM
-          Gunakan body mekanik yang baik sewaktu melakukan ROM, untuk mencegah keseleo atau injury pada perawat atau klien
-          Gerakkan hanya bagian yang akan dilatih untuk menghindari klien merasa malu
-          Tahan persendian untuk menghindari injury dengan menggunakan telapak tangan
-          Gerakkan bagian otot tersebut dengan lembut, perlahan dan teratur
-          Hindari melakukan gerakan yang pasien tersebut tidak mampu karena injury bisa saja terjadi.

Leher – gerakan berputar
Flexi : Gerakkan kepala dari posisi tegak lurus ke arah depan sehingga dagu menempel pada dada. Jarak normal yaitu 45o dari garis tengah tubuh. Otot utama adalah sternocleidomastoideus.
Extensi : Gerakkan kepala dari posisi ditekuk ke posisi tegak lurus. Jarak normal  yaitu 45 o dari garis tengah tubuh. Otot utama adalah trapezius.
Hiperextensi : Gerakkan kepala dari posisi tedak lurus ke belakang sejauh mungkin. Jarak normal yaitu 10o. Otot utama adalah trapezius.

Flexi lateral : Gerakkan kepala secara lateral ke kanan dan ke kiri bahu, sedangkan wajah tetap menghadap ke depan. Jarak normalnya yaitu 40o dari garis tengah tubuh. Otot utama adalah sternocleidomastoideus.
Rotasi : Putar kepala sejauh mungkin ke kiri dan ke kanan. Jarak normal yaitu 80o dari garis tengah tubuh. Otot utama adalah sternocleidomastoideus dan trapezius.

Bahu – sendi peluru
Flexi  : Angkat tangan dari arah depan dan atas ke posisi samping kepala. Jarak normal yaitu 180o dari sisi tubuh. Otot utama adalah pectoralis major, coracobrachialis, dan deltoideus.
Extensi : Gerakkan tangan dari posisi vertical di samping kepala ke atas dan ke bawah pada posisi istirahat di samping tubuh. Jarak normal yaitu 180o dari posisi vertical di samping kepala. Otot utama adalah latissimus dorsal, deltoideus, dan teres major.
Hiperextensi : Gerakkan masing-masing tangan ke belakang tubuh. Jarak normal yaitu 50o dari sisi. Otot utama adalah latissimus dorsi,  deltoideus, dan  teres major.
Abduksi : Gerakkan tiap lengan dari posisi istirahat ke atas, di samping kepala, telapak tangan menghadap keluar. Jarak normal yaitu 180o. Otot utama adalah deltoideus dan supraspinatus.
Anterior addukasi : Gerakkan tiap lengan dari samping kepala ke bawah secara lateral dan ke arah depan tubuh sejauh mungkin. Jarak normal yaitu 230o. Otot utama adalah  pectoralis major, dan teres major.
Abduksi posterior : Gerakkan tiap lengan dari posisi di samping kepala ke bawah samping dan ke arah samping sejauh mungkin. Jarak normal yaitu 230o. Otot utama adalah latissimus dorsi dan teres major.
Fleksi horizontal (adduksi – horizontal) : Lebarkan tiap lengan ke arah lateral dengan berat badan pada bahu dan pindahkan melalui garis horizontal menyilang depan tubuh sejauh mungkin. Jarak normal : 130o – 135o. Otot utama : pectoralis major dan coracobrachialis.
Ekstensi horizontal (abduksi horizontal) : Lebarkan tiap lengan secara lateral dengan berat badan pada bahu dan pindahkan melalui garis horizontal ke sebelah tubuh sejauh mungkin. Jarak normal : 360o. Otot utama : latissimus dorsi, teres major dan deltoideus.
Cirkumduksi : Pindahkan tiap lengan ke depan atas, belakang dan atas secara berputar. Jarak normal : 360o. Otot utama : deltoideus, coracobrachialis, latissimus dorsi dan teres major.
Rotasi eksternal : Tiap lengan ditahan sehingga bahu dan siku dapat ditekuk pada sendi yang tepat, jari mengarah ke bawah, pindahkan lengan ke atas sehingga jari mengarah ke atas. Jarak normal : 90o. Otot utama : infranfinatus dan teres minor.
Rotasi internal : Tiap lengan ditahan sehingga bahu dan siku dapat ditekuk pada sendi yang tepat, jari mengarah ke atas, angkat lengan ke atas dan ke bawah. Jarak normal : 90o. Otot utama : subscapularis, pectoralis major, latissimus dorsi dan teres major.

Sendi engsel
Fleksi : Angkat tangan mendekati bahu. Jarak normal : 150o. Otot utama : biceps brachii, brachialis dan brachioradialis.
Ekstensi : Gerakkan lengan bawah ke depan dan menurun kemudian lurus. Jarak normal: 150o. Otot utama : triceps brachii.
Hiperekstensi : Gerakkan lengan bawah dipindah ke belakang dari posisi lurus. Jarak normal : 0 – 15o. Otot utama : triceps brachii.
Rotasi untuk supinasi : Putar tangan dan lengan bawah sehingga telapak tangan menghadap ke atas. Jarak normal : 70 – 90o. Otot utama : biceps brachii dan supinator.

Rotasi untuk pronasi : putar tangan dan lengan bawah sehingga telapak tangan menghadap ke bawah. Jarak normal : 70 -90o. Otot utama : promator teres dan pronator quadratus.

Sendi Condyloid pada pergelangan tangan
Fleksi : Gerakkan jari tangan menghadap ke dalam pada lengan bawah. Jarak normal: 80 – 90o. Otot utama : flexor carpi radialis dan flexor carpi ulnaris.
Ekstensi : Luruskan tangan sejajar. Jarak normal : 80 – 90o. Otot utama : extensor carpi radialis longus, extensor carpi radialis brevis dan extensor carpi ulnaris.
Hiperekstensi : Tekuk jari-jari tangan ke belakang sejauh mungkin. Jarak normal : 70 – 90o. Otot utama : extensor carpi radialis longus, extensor carpi radialis brevis, dan extensor carpi ulnaris.
Abduksi (Fleksi radialis) : Tekuk pergelangan tangan secara menyamping ke dalam ibu jari di samping dengan tangan supinasi. Jarak normal : 0 – 20o. Otot utama : extensor carpi radialis.
Abduksi (Fleksi ulnaris) : Tekuk pergelangan tangan menyamping ke dalam kelima jari dengan tangan supinasi. Jarak normal : 30 – 50o. Otot utama : extensor carpi ulnaris.

Tangan dan jari – jari
Fleksi : Buat kepalan tangan. Jarak normal : 90o. Otot utama : interossei dorsalis manus dan  flexor digitarum superfisialis.
Ekstensi : Luruskan jari-jari tangan. Jarak normal : 90o. Otot utama : extensor indicis dan extensor digitiminmi.
Hiperekstensi : Tekuk jari-jari tangan ke belakang sejauh mungkin. Jarak normal : 30o. Otot utama : extensi radialis dan extensor digitiminimi.
Abduksi : Regangkan jari-jari tangan. Jarak normal : 20o. Otot utama : interossei dorsalis manus, abduabduktor digiti minimi manus dan oppones digiti manus.
Adduksi : Rapatkan jari-jari tangan. Jarak normal : 20o. Otot utama : interossei palmares.


Sendi Ibu jari
Fleksi : Gerakkan ibu jari menyilang permukaan palmar di atas kelima jari. Jarak normal : 90o. Otot utama : flexi pollicicis brevis dan opponens pollicis.
Ekstensi : Gerakkan tiap ibu jari menjauhi tangan. Jarak normal : 90o. Otot utama : extensor pollicis brevis dan extensor pollicis longus.
Abduksi : Gerakkan ibu jari ke arah lateral. Jarak normal : 30o. Otot utama : abductor pollicis brevis dan abductor pollicis longus.
Adduksi : Gerakkan ibu jari ke belakang. Jarak normal : 30o. Otot utama : adductor pollicis.
Oposisi : Gerakkan ibu jari dan sentuhkan ke tiap jari pada tangan yang sama. Gerakan ibu jari meliputi adduksi, rotasi dan fleksi. Otot utama : opponens pollicis dan flexor opponens brevis.

Sendi Peluru (Ball & Socket)
Fleksi : Gerakkan kaki ke depan dan ke atas, lutut mengulur atau melentur. Lutut menekuk dengan sudut 90o dan melentur dengan sudut 120o. Otot utamanya adalah psoas major dan iliacus.
Extensi : Gerakkan kaki ke sebelah kaki lainnya. Jarak normal : 90 – 120o. Otot utama : gluteus maximus, adductor magnus, semitendinosus, dan semimembranosus.
Hiperextensi : Gerakkan setiap kaki ke belakang tubuh. Jarak normal : 30 – 50o. Otot utama : gluteus maximus  semitendinosus, semimembranosus.
Abduksi : Gerakkan masing-masing kaki ke samping luar. Jarak normal : 45 – 50o. Otot utama : gluteus medius, gluteus minimus.
Adduksi : Gerakkan masing-masing kaki ke belakang dan ke depan melebihi kaki yang lain. Jarak normal : 20 – 30o. Otot utama : adductor magnus, adductor brevis, adductor longus.
Sirkumduksi : Gerakkan masing-masing kaki memutar ke belakang atas, samping, dan ke bawah secara melingkar. Jarak normal : 360o. Otot utama : psoas major, gluteus maximus, gluteus medius, adductor magnus.
Rotasi dalam : Angkat telapak kaki dan putar ke arah dalam dan ibu jari sebagai tumpuan. Jarak normal : 90o. Otot utama : gluteus minimus, tensor fascialatae.
Rotasi luar : Angkat telapak kaki dan putar ke luar dan ibu jari sebagai tumpuan. Jarak normal : 90o. Otot utama : obturator externus, obturator internus, quadratus femoris.

Sendi Lutut
Fleksi : Bengkokkan kaki ke belakang, dekatkan ke paha. Jarak normal : 120 – 130o. Otot utama : rectus femoris, vastus lateralis, vastus mdialis, vastus intermedius.
Extensi : Lururskan masing-masing kaki kembali ke posisi semula di samping kaki yang lain. Jarak normal : 120 -130o. Otot utama : biceps femoris, semitendinosus, semimembranosus.
Hiperekstensi : Beberapa orang dapat hiperekstensi lutut 10o. Otot utama : rectus femoris, vastus lateralis, vastus medialis, vastus intermedius.

Sendi Mata Kaki
Extensi : Tekuk telapak kaki ke bawah. Jarak normal : 45 – 50o. Otot utama : gastronemius,soleus.
Fleksi : Tekuk telapak kaki ke atas. Jarak normal : 20o. Otot utama : peroneus tertius, tibialis anterior.
Sendi Jari Kaki
Eversi : Putar masing-masing telapak kaki ke samping. Jarak normal : 30o. Otot utama : peroneus longus, peroneus brevis.
Inversi : Putar masing-masing telapak kaki ke tengah. Jarak normal : 5o. Otot utama : tibialis posterior, tibialis anterior.
Fleksi : Gerakkan masing-masing ibu jari ke bawah. Jarak normal : 35 -60o. Otot utama : flexor hallucis brevis, lumbricales pedis, flexor digitorum brevis.
Ekstensi : Luruskan ibu jari kaki. Jarak normal : 35 – 60o. Otot utama : extensor digitorum longus, extensor digitorum brevis, extensor hallucis longus.
Abduksi : Regangkan masing-masing jari kaki. Jarak normal : 0 -15o. Otot utama : interossei dorsalis pedis, abductor hallucis.
Adduksi : Rapatkan masing-masing jari kaki bersamaan. Jarak normal : 0 – 15o. Otot utama : adductor hallucis, interossei plantares.

Sendi – sendi tubuh
Fleksi : Bungkukkan tubuh ke arah jari kaki. Jarak normal : 70 – 90o. Otot utama : rectus abdominis, psoas major, psoas minor.
Extensi : Luruskan tubuh dari posisi fleksi. Jarak normal : 70 – 90o. Otot utama : longissimus thoracis, iliocostalis thoracis, iliocostalis lumborum, erector spinae, longissimus cervicis.
Hiperekstensi : Bungkukkan tubuh ke arah belakang. Jarak normal : 20 – 30o. Otot utama : longissimus thoracis, iliocostalis thoracis, iliocostalis lumborum, erector spinae, longissimus cervicis.
Fleksi lateral : Lekukkan tubuh ke kanan dan ke kiri. Jarak normal : 30o dari samping. Otot utama : Quadratus lumborum.
Rotasi : Lekukkan tubuh dari bagian atas, dari samping ke samping. Jarak normal : 30 – 45o dari samping. Otot utama : erector spinae.

Gambar-gambar latihan ROM dapat dilihat pada lampiran.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar